Sabtu, 29 November 2008

Awas Demam Berdarah

Memasuki musim penghujan ini, ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali mengintai. Kita harus berhati-hati sebelum kita terjangkit wabah DBD. Demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Di Indonesia, terdapat 2 jenis virus pemicu penyakit demam berdarah ini, yakni virus chikungunya dan virus dengue. Virus dengue sendiri adalah penyebab terpenting terjangkitnya demam berdarah, sehingga penyakit ini dikenal sebagai demam berdarah dengue

Salah satu penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah nyamuk. Nyamuk adalah vektor mekanis atau vektor siklik penyakit pada manusia dan hewan yang disebabkan oleh parasit dan virus. Nyamuk Aedes aegypti adalah salah satu penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) . Nyamuk ini hidup disekitar daerah perumahan dan berkembang biak dalam berbagai macam tempat penampungan air di sekitar rumah. Larvanya tumbuh subur sebagai pemakan zat organik yang terdapat di dasar penampungan air bersih atau zat organik yang terdapat dalam air kotor. Nyamuk ini akan menyerang system pembekuan darah. Hal tersebut bisa diketahui dari turunyya kadar trombosit dalam darah. Sehingga darah tersebut akan membeku dan darah yang membeku itu akan mengakibatkan pendarahan.

Selain itu nyamuk Aedes albopichus juga bisa menularkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Yang membedakan nyamuk Aedes ini dengan yang lainnya ialah, nyamuk ini hidup atau bersarang di luar rumah atau sekolah. Bisa saja anak-anak kecil digigit waktu asyik bermain. Ketika usia 4-10 tahun, daya tahan tubuh anak seusia ini memang belum sekuat daya tahan tubuh orang dewasa. Nyamuk Aedes aeygypti terutama nyamuk betina dewasa, yang paling hobby menggigit pada waktu pagi dan siang hari, (nyamuk betina memerlukan darah yang banyak untuk bertahan hidup dan berkembangbiak. Padahal, balita masih perlu tidur atau anak sekolah yang sedang belajar di kelas pada jam-jam tertentu, hal tersebut bisa mengganggu kenyamanan orang disekitar. Nyamuk penyebab Demam Berdarah dengue (DBD) memang senang bersarang di tempat lembab, gelap dan berbau manusia.

Gejala awal yang dapat dilihat dari penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) ini adalah anak-anak tiba-tiba saja demam (sekitar 38,5-400C), nyeri perut, lesu, serta pendarahan kulit (bintik merah). Gejala lain: sakit kepala, tubuh terasa ditusuk-tusuk, atau kejang. Gejala ini terjadi pada hari ke 1-3. Kemudian gejala lanjutan yang timbul muncul pada hari ke 3-5. Dengan catatan: Ini merupakan masa-masa paling genting atau paling berbahaya, sebab anak kelihatannya sudah sembuh! Selain demam hilang, ia sudah mau makan/minum dan bermain lagi. Bila demam itu hilang, anak tetap lesu, gelisah. Tidak mau makan/minum dan nyeri perut. Ini merupakan awal syok. Syok agak berat bila kesadaran dari seseorang tersebut menurun, sesak nafas, tubuh dingin dan lembab, kuku dan bibir kebiruan dan sebagainya. Syok ini sangat berbahaya, sebab organ tubuh bisa kekurangan oksigen. Akibatnya fatal, yakni akan menyebabkan kematian dalam waktu singkat.

Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) akan sembuh dengan sendirinya. Kondisi ini memang khas dari penyakit infeksi virus. Pada penderita Demam Berdarah Dengue (DBD), sakit pada hari ke-6 dan berikutnya adalah masa penyembuhan. Selain suhu tubuh normal, biasanya sudah tidak ada pendarahan baru. Bila demam tinggi (di atas 390 C), tidak bisa makan atau minum, nyeri perut hebat, muntah-muntah terus, pendarahan bebas, syok dan sebagainya. Bila seseorang memperlihatkan gejala seperti itu maka segera beritahu petugas bahwa anak mungkin menderita Demam Berdarah dengue (DBD), sehingga bisa segera ditangnai dengan tepat. Biasanya sebelum dibawa ke dokter, penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) dicek dulu darahnya di laboratorium untuk mengetahui apakah orang tersebut menderita Demam Berdarah Dengue (DBD) atau tidak.

Untuk menanggulangi penyakit Demam berdarah Dengue (DBD) ini yang bisa dilakukan dulu di rumah adalah, pertama, member minum yang banyak, terutama air yang berelektrolit. Karena demam, penguapan akan lebih banyak dari biasanya. Kalau penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) tidak minum apa pun, dia bisa-bisa kekurangan cairan. Ke dua, menurunkan panas badannya. Misalnya dengan memberi obat penurun panas (sesuai dengan petunjuk dokter) dan kompres hangat.

Selain dengan melakukan pencegahan di atas, kita bisa melaksanakan program 3M untuk mencegah terjangkitnya wabah Demam Berdarah Dengue (DBD). Dimana 3M sendiri adalah menguras bak mandi. Menguras bak mandi ini harus dilakukan setiap 1 minggu sekali supaya nyamuk-nyamuk tidak bertelur di bak mandi tersebut. Setelah dikuras biasanya bak mandi diberi obat yang diletakkan di bak mandi. Mengubur kaleng-kaleng bekas. Kaleng-kaleng bekas ini harus dikubur supaya nyamuk-nyamuk tersebut tidak bersarang di tempat-tempat gelap, lembab dan berbau manusia. Menutup tempat penampungan air.

Baca Lanjutannya......

Pamanfaatan Bioteknologi Dalam Bidang Pertanian


Populasi dunia (tahun 2007) diperkirakan akan meningkat dua kali lipat pada tahun 2033. Di Asia, kebutuhan makanan diperkirakan akan melampaui persediaan pada tahun 2010. Hal ini merupakan tantangan yang amat besar bagi sistem pertanian.

Perangkat dan praktek pertanian tradisional sedang mendekati batas keefektifitasannya dalam meningkatkan produktifitas. Bersamaan dengan perkembangan negara, masyarakat membutuhkan makanan yang semakin banyak dan lebih baik. Tuntutan ini diperburuk oleh menciutnya lahan pertanian, meningkatnya upah buruh serta langkanya tenaga kerja pertanian.

Bioteknologi pertanian menawarkan satu cara lagi untuk meningkatkan kelangsungan lahan pertanian yang telah ada dan untuk meningkatkan kualitas pasokan pangan kita. Keuntungan potensial dari bioteknologi sangatlah banyak dan meliputi ketahanan terhadap hama tanaman, peningkatan hasil panen dan penurunan penggunaan pestisida kimiawi. Pengolahan makanan dan bahan makanan melalui bioteknologi menghasilkan aneka macam pangan dan bahan pangan hasil fermentasi yang digunakan secara luas.

Metode kultur jaringan merupakan salah satu dari pemanfaatan bioteknologi dalam pertanian, metode kultur jaringan dikembangkan untuk membantu memperbanyak tanaman, khususnya untuk tanaman yang sulit dikembangbiakkan secara generatif. Bibit yang dihasilkan dari kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan, antara lain: mempunyai sifat yang identik dengan induknya, dapat diperbanyak dalam jumlah yang besar sehingga tidak terlalu membutuhkan tempat yang luas, mampu menghasilkan bibit dengan jumlah besar dalam waktu yang singkat, kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin, kecepatan tumbuh bibit lebih cepat dibandingkan dengan perbanyakan konvensional. Tahapan yang dilakukan dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan adalah: (1) Pembuatan media; (2) Inisiasi; (3) Sterilisasi; (4) Multiplikasi; (5) Pengakaran; (6) Aklimatisasi.

Media merupakan faktor penentu dalam perbanyakan dengan kultur jaringan. Komposisi media yang digunakan tergantung dengan jenis tanaman yang akan diperbanyak. Media yang digunakan biasanya terdiri dari garam mineral, vitamin, dan hormon. Selain itu, diperlukan juga bahan tambahan seperti agar, gula, dan lain-lain. Zat pengatur tumbuh (hormon) yang ditambahkan juga bervariasi, baik jenisnya maupun jumlahnya, tergantung dengan tujuan dari kultur jaringan yang dilakukan. Media yang sudah jadi ditempatkan pada tabung reaksi atau botol-botol kaca. Media yang digunakan juga harus disterilkan dengan cara memanaskannya dengan autoklaf.

Inisiasi adalah pengambilan eksplan dari bagian tanaman yang akan dikulturkan. Bagian tanaman yang sering digunakan untuk kegiatan kultur jaringan adalah tunas.

Sterilisasi adalah bahwa segala kegiatan dalam kultur jaringan harus dilakukan di tempat yang steril, yaitu di laminar flow dan menggunakan alat-alat yang juga steril. Sterilisasi juga dilakukan terhadap peralatan, yaitu menggunakan etanol yang disemprotkan secara merata pada peralatan yang digunakan. Teknisi yang melakukan kultur jaringan juga harus steril.

Multiplikasi adalah kegiatan memperbanyak calon tanaman dengan menanam eksplan pada media. Kegiatan ini dilakukan di laminar flow untuk menghindari adanya kontaminasi yang menyebabkan gagalnya pertumbuhan eksplan. Tabung reaksi yang telah ditanami ekplan diletakkan pada rak-rak dan ditempatkan di tempat yang steril dengan suhu kamar.

Pengakaran adalah fase dimana eksplan akan menunjukkan adanya pertumbuhan akar yang menandai bahwa proses kultur jaringan yang dilakukan mulai berjalan dengan baik. Pengamatan dilakukan setiap hari untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan akar serta untuk melihat adanya kontaminasi oleh bakteri ataupun jamur. Eksplan yang terkontaminasi akan menunjukkan gejala seperti berwarna putih atau biru (disebabkan jamur) atau busuk (disebabkan bakteri).

Aklimatisasi adalah kegiatan memindahkan eksplan keluar dari ruangan aseptic ke bedeng. Pemindahan dilakukan secara hati-hati dan bertahap, yaitu dengan memberikan sungkup. Sungkup digunakan untuk melindungi bibit dari udara luar dan serangan hama penyakit karena bibit hasil kultur jaringan sangat rentan terhadap serangan hama penyakit dan udara luar. Setelah bibit mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya maka secara bertahap sungkup dilepaskan dan pemeliharaan bibit dilakukan dengan cara yang sama dengan pemeliharaan bibit generatif.

Keunggulan inilah yang menarik bagi produsen bibit untuk mulai mengembangkan usaha kultur jaringan ini. Saat ini sudah terdapat beberapa tanaman kehutanan yang dikembangbiakkan dengan teknik kultur jaringan, antara lain adalah: jagung, durian, rambutan, jati, sengon, dll.

Bibit hasil kultur jaringan yang ditanam di beberapa areal menunjukkan pertumbuhan yang baik, bahkan jati hasil kultur jaringan yang sering disebut dengan jati emas dapat dipanen dalam jangka waktu yang relatif lebih pendek dibandingkan dengan tanaman jati yang berasal dari benih generatif, terlepas dari kualitas kayunya yang belum teruji di Indonesia. Hal ini sangat menguntungkan pengusaha karena akan memperoleh hasil yang lebih cepat. Dari uraian di atas dapat disimpulkan beberapa keuntungan dari kultur jaringan adalah:

(1) Pengadaan bibit tidak tergantung musim; (2) Bibit dapat diproduksi dalam jumlah banyak; (3) dengan waktu yang relatif lebih cepat (dari satu mata tunas yang sudah respon dalam satu tahun dapat dihasilkan minimal 10.000 planlet/bibit); (4) Bibit yang dihasilkan seragam; (5) Bibit yang dihasilkan bebas penyakit (menggunakan organ tertentu); (6) Biaya pengangkutan bibit relatif lebih murah dan mudah; (7) Dalam proses pembibitan bebas dari gangguan hama, penyakit, dan deraan lingkungan lainnya.

Baca Lanjutannya......

Otak Yang Cerdas Harus Sehat

Saat lahir kita memiliki beberapa ribu sel otak, tapi jumlah ini dapat berkurang seiring bertambahnya usia. Pengurangan akan semakin cepat jika kita tidak
maksimal dalam penggunaannya. Dari hasil penelitian diketahui sel otak hanya tumbuh pada bagian yang paling sering digunakan saja. Apabila Anda tidak ingin terjadi penurunan sel otak, salah satunya yaitu melakukan aktivitas fisik misalnya lari marathon atau fun run dengan teman atau sahabat (agar aktivitas ini jadi menarik). Penelitian menyimpulkan, bahwa aktivitas fisik meningkatkan jumlah sel otak pada hippocampus yaitu bagian otak yang mengatur memori dan proses belajar.

Otak adalah komponen terpenting dalam kehidupan kita, otak sbagai pengontrol semua kegiatan organ tubuh haruslah selalau mendapat supan gizi yang cukup dan sehat, sebagai manusia yang selalu belajar kinerja otak sangatlah berpengaruh, kelahan atau kurangnya itamin akan menyebabkan kinerja otak terganggu misalnya kita akan sulit menangkap apa yang kita pelajari atau sulit untuk menghafal sesuatu yang kita pelajari. Berikut adalah beberapa tips agar otak kita mempunyai kemampuan optimal:

1. Tingkatkan asupan air

Ingat, otak kita tersusun atas 80% air. Dehidrasi ringan saja dapat meningkatkan produksi hormon stres yang dapat merusak otak kita.

2. Batasi asupan kalori

Penelitian pada hewan dan manusia mengindikasikan bahwa diet dengan kalori terbatas baik bagi otak dan memperpanjang usia. Makan dalam jumlah lebih sedikit dapat memicu mekanisme tertentu di dalam tubuh untuk meningkatkan produksi nerve growth factors, yang bermanfaat bagi otak.

3. Konsumsilah asam lemak omega-3

Ikan, minyak ikan, dan DHA, merupakan salah satu bentuk asam lemak omega-3. Penelitian dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa diet yang kaya asam lemak omega-3 membantu meningkatkan keseimbangan emosional dan mood yang sehat, mungkin karena DHA merupakan komponen utama dari deretan dendrit otak.

4. Konsumsilah sumber antioksidan

Vitamin E dan C merupakan sumber antioksidan. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa asupan antioksidan dari buah dan sayur secara signifikan mengurangi penurunan kemampuan kognitif kita.

5. Konsumsi protein, lemak baik, dan karbohidrat dalam porsi seimbang

Karenanya, pada setiap makanan atau kue, cobalah untuk mendapatkan protein, karbohidrat, dan lemak dalam keadaan seimbang.

6. Masukkan 24 bahan pangan sehat dalam diet harian Anda

Bahan-bahan pangan tersebut meliputi: sumber protein (ikan: salmon, tuna, makerel, hering; unggas: kalkun tanpa kulit; daging merah: sapi dan babi♦; telur; tahu dan produk olahan kedelai; susu dan produksi olahannya; bebijian; garbanzo beans dan lentil; kekacangan), karbohidrat kompleks (bery-beryan; blueberry; raspberry; stroberi; blackberry; jeruk; cherry; buah persik; brokoli; gandum; lada merah dan kuning; labu; bayam; tomat; ubi jalar), lemak (alpukat; minyak zaitun; buah zaitun), serta cairan (air, teh hijau atau hitam).

7 . Konsumsi camilan rendah kalori

Otak yang sehat memerlukan jantung yang sehat. Otak dan jantung memiliki hubungan yang erat, otak dengan pikiran yang sehat dapat mengupayakan seluruh tubuh menjadi sehat. Kesehatan adalah nikmat Allah Yang Maha Kuasa yang harus selalu diupayakan. Organisasi Kesehatan Dunia, WHO mendefinisikan kesehatan sebagai suatu keadaan sehat yang komplit meliputi fisik, mental dan kesejahteraan sosial serta tidak hanya bebas dari sakit atau kecacatan. Menurut Paul D. White, Bapak Kardiologi Modern. Penyakit jantung sebelum usia 80 tahun, adalah kesalahan kita, bukan kehendak Tuhan maupun kehendak alam.

Jantung berhubungan dengan otak melalui pembuluh darah (a. Carotis dan a. Vertebtalis) dan sistim persarafan. Berbagai penyakit jantung bisa mengenai otak, begitu juga sebaliknya, rangsangan pada persarafan dapat merangsang jantung menghasilkan aritmia. Jantung terdiri dari otot-otot jantung yang membentuk dinding-dinding yang terdiri dari 2 serambi dan 2 bilik jantung. Jantung kanan dan kiri dibatasi sekat serambi dan sekat bilik kantung, sekat2 tersebut bila berlubang dapat membawa penyakit atau gumpalan darah melalui jantung kiri ke otak. gumpalan darah tersebut dapat berasal dari dalam jantung maupuin dari pembuluh balik kaki (emboli).

Untuk melangsungkan kehidupan manusia diperlukan jiwa/ pikiran dan bekerjanya otak yang sehat. Bekerjanya otak secara baik memerlukan kerja jantung yang sehat. Kampanye sehat jantung di masyarakat sejalan dengan kesehatan otak, sekaligus menjamin kesehatan seluruh kehidupan manusia dan lingkungannya.

Baca Lanjutannya......

Puring (Codiaeum variegatum)

1. Topic: Puring (Codiaeum variegatum)

2. Rumusan Masalah

a. Bagaimana filotaksis daun pada daun puring?

b. Bagaimana jenis, kelengkapan, bentuk dan helaian daun pada daun puring ?

3. Tujuan :

a. Untuk mengetahui filotaksis daun pada dau puring

b. Untuk mengetahui jenis, kelengkapan, bentuk dan helaian daun pada daun puring

4. Latar Belakang :

Sejak dahulu kita semua sudah mengenal jenis tanaman puring sebagai tanaman pagar atau tanaman yang suka ada di pemakaman , sejauh ini pula persepsi orang awam akan jenis tanaman ini hanyalah sebagai tanaman kuburan sehingga petani yang mau berbudi daya jenis tanaman ini selalu terbentur kendala pemasaran dan selama itu pula tanaman ini selalu dihargai murah dan hanya dijadikan sebagai pelengkap di kios-kios pedagang tanaman hias .

Penyebaran jenis tanaman ini sebenarnya sangat luas mulai dari India, asia tenggara , Australia , dan Negara tropis di amerika latin . Sudah tentu jenis yang ada pun sangat banyak .

5. Dasar Teori :

Puring (Codiaeum variegatum) atau croton termasuk keluarga Euphorbiaceae, dan banyak dicari orang. Keindahan tanaman ini terletak di variasi warna dan besar kecilnya serta corak daunnya (bintik-bintik, garis, dan lain-lain). Warna daunnya amat beragam, mulai hijau kekuningan, orange, sampai merah cenderung ke ungu. Biasanya, semakin tua usia tanaman, warnanya semakin menonjol. Bahkan, dalam satu tanaman bisa memiliki dua atau tiga warna, semisal merah, hijau, dan kuning. Bentuk daunnya pun sangat banyak, ada yang berbentuk huruf Z, burung walet, keriting spiral dan banyak lagi, tutur Heri Syaefudin, landscaper dari Gonku Landscape and Stock Plant.

Berikut adalah Klasifikasi dari Puring (Codiaeum variegatum) :

Divisi : Spermatophyta

Sub : Angiospermae

Kelas divisi : Dicotyledonae

Bangsa : Euphorbiales

Suku : Euphorbiaceae

Marga : Codiaeum

Jenis : Codiaeum variegatum BI.

Deskripsi puring secara umum :

Habitus : Perdu, tinggi ± 3 m.

Batang : Bulat, berkayu, keras, bercabang, coklat kehijauan.

Daun : Tunggang, tersebar, lonjong, ujung meruncing, tepi rata, pangkal

runcing, panjang ± 15 cm, lebar ± 3 cm, pertulangan menyirip, hijau

berbintik, kuning kehijauan,

Bunga : Majemuk, bentuk tandan, di ketiak daun, kelopak terdiri dari lima

daun kelopak, segi tiga, mahkota kecil, benang sari lima belas sampai

tiga puluh lima, meiekat pada tonjolan dasar bunga, putik kuning

muda, kuning.

Buah : Bulat, diameteri 2 mm, kuning kehijauan.

Biji : Kecil seperti pasir, coklat.

Akar : Tunggang, kuning muda

6. Data Hasil Pengamatan :

a. Filotaksis daun : Satu buku terdiri dari satu tangkai daun (berserak)

b. Jenis daun : Majemuk menjari

c. Kelengkapan daun : Daun tidak lengkap

d. Ujung daun : Runcing

e. Pangkal daun : Tumpul (rompang)

f. Susunan tulang : Menyirip

g. Tepi daun : Rata

h. Warna daun : Hijau berbintik kuning dan kemerahan pada pangkal

daun

i. Permukaan daun : Atas dan bawah licin

7. Pembahasan :

Pada daun puring filotaksis daun berserak tapi mengalami penyimpangan yaitu daun di dasar batang tersusun dalam spiral namun bagian atas batang ada yang tersusun dalam karangan (Bryophyllum tubiflorum).

Jenis daun pada puring yaitu majemuk menjari karena semua anak daunya tersusun memencar pada ibu tangkai seperti letaknya jari-jari pada tangan.

Kelengkapan daun, puring termasuk daun tidak lengkap karena hanya mempunyai tangkai dan helain daun tapi tidak mempunyai upih daun.

Ujung dau runcing, jika kedua tepi daun di kanan dan di kiri ibu tulang daun sedikit demi sedikit menuju ke ujung dan pertemuannya membentuk sudut runcing (lebih kecil dari 900 ). Ujung daun runcing biasanya didapati pada daun yang mempunyai bentuk memanjang , lenset, segitiga, delta, dsb. Pangkal daun runcing pertemuan kedua tepi daun di pangkal daun membentuk sudut lancip (lebih kecil dari 900 ). Susunan tulang daun berbentuk menyirip, cabang tulang daun keluar dari berbagai tempat di ibu tulang daun. Tepi daun tidak bertorah.

Warna daun pada puring hijau bintik kuning tertutup warna merah. Permukaan daun kelihatan licin dan mengkilap.

8. Kesimpulan :

1). Filotoksis daun pada daun puring berserak tapi mengalami penyimpangan

yaitu daun di dasar batang tersusun dalam spiral namun bagian atas

batang ada yang tersusun dalam karangan (Bryophyllum tubiflorum).

2). Dau puring termasuk daun manjemuk menjari dan daun tidak lengkap

karena hanya mempunyai helai dan tangkai daun.

9. Daftar Rujukan :

Hidayat, B, Estiti. 1994. Morfologi Tumbuhan. Jakarta : Dekdikbud.

Moertolo, Ali, Dkk. 2004. Daun dan Alat Tambahan. Malang : Jurusan Biologi UM.

Moertolo, Ali, Dkk. 2004. Petunjuk Pengamatan Morfologi Tumbuhan. Malang : Jurusan Biologi UM.

www.google.com (diakses pada 24 September 2007)

Anymeous. Codiaeum variegatum, (online), (http://www.ed.wilkipedia.org/ Codiaeum variegatum, diakses pada 24 September 2007)

Baca Lanjutannya......

Dampak Rokok Bagi Kesehatan

Sebuah majalah kesehatan di Amerika melakukan wawancara dengan 900 orang pada tahun 1998. 900 orang tersebut adalah gabungan dari perokok maupun non-perokok. 68% dari mereka sudah mengetahui bahwa menjadi perokok pasif sama bahayanya dengan perokok aktif (perokok pasif adalah orang yang tidak merokok tetapi sering menghirup asap rokok orang lain). 67% meminta pemerintah agar segera bertindak mengenai hal ini. Dan 93% menyatakan bahwa mereka tahu benar bahwa tidak baik merokok di depan orang lain apalagi di sekitar anak-anak dan balita. Hasil di atas sebenarnya sama sekali tidak mengecewakan. Tetapi entah mengapa begitu banyak orang tetap saja keranjingan merokok, apalagi di depan orang lain.

Melihat fenomena ini, beberapa pihak merasa tergugah untuk melakukan studi mengenai hubungan antara perokok pasif dengan penyakit, terutama kanker paru-paru. Setelah beberapa tahun dilakukan, studi terakhir membuktikan bahwa ada kenaikan prosentase sejumlah 16-17% bagi para perokok pasif dalam kemungkinan mengidap kanker paru-paru.

Kalangan organisasi non pemerintah mendesak agar Pemerintah Indonesia dan kalangan parlemen bersikap responsif terhadap Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (FCTC) dengan merumuskan kebijakan nasional. Tidak adanya regulasi yang secara komprehensif melindungi masyarakat, khususnya anak dan remaja dari tembakau, maka negara telah melakukan pembiaran merokok dan mengancam hak hidup generasi muda. Hal ini terungkap dalam pernyataan bersama dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Forum Parlemen Indonesia (IFPPD), Koalisi untuk Indonesia Sehat (KuIS), dan Komite Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA.

"Mendapatkan lingkungan hidup yang sehat terbebas dari asap rokok adalah hak asasi setiap warga negara yang dijamin dalam konstitusi," kata Tulus Abadi dari YLKI. Untuk itu, negara wajib memberikan perlindungan kepada tiap warga negara dari paparan asap rokok yang terbukti membahayakan kesehatan. Jika membiarkan warga negaranya terpapar asap rokok, maka hal itu berarti negara melanggar HAM.

Berdasarkan literatur ilmiah yang ada, tembakau dan produk rokok terbukti mengandung 4.000 zat kimia yang sangat membahayakan bagi kesehatan manusia, dan 25 zat kimia di antaranya dapat merangsang timbulnya kanker (karsinogenik). Selain itu, menurut analisis ahli ekonomi kesehatan Litbang Departemen Kesehatan, Soewarta Kosen, jika dihitung dengan pendapatan perkapita per tahun pada 2005 sebesar 900 dollar AS, maka total biaya yang hilang 4,870 miliar dollar AS.

Tembakau dan kemiskinan sangat berkaitan. Dari hasil survei kesehatan nasional menunjukkan, kalangan rumah tangga miskin justru membelanjakan lebih banyak untuk keperluan belanja tembakau dibandingkan untuk keperluan pendidikan dan kesehatan. "Fenomena inilah yang mengakibatkan merebaknya gizi buruk bagi balita dari keluarga miskin," ujarnya. "Selain itu, tembakau telah mengancam hak hidup anak," kata Wakil Ketua Komnas Perlindungan Anak, Muhammad Joni. Menurut data tahun 2004, mayoritas perokok masih anak-anak. Sebanyak 78% perokok memulai kebiasaan mengisap tembakau itu di bawah usia 19 tahun. Jumlah perokok yang dimulai pada usia 5-19 tahun ini mengalami kenaikan 47% dari tahun 2001 hingga 2004.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah membuat kerangka hukum yang komprehensif dan bersifat saling menguntungkan dari aspek sosial, ekonomi, kesehatan, dan tenaga kerja. Kerangka hukum itu tertuang dalam FCTC. Saat ini, FCTC telah diratifikasi oleh 147 negara dan 168 negara anggota WHO yang menandatangani FCTC. Ironisnya, pemerintah Indonesia justru tidak menandatangani FCTC padahal sejak awal terlibat aktif dalam pembahasandan pembuatan draft FCTC di Jenewa, Swiss. Untuk itu, kalangan organisasi non pemerintah (NGO) mendesak agar pemerintah Indonesia dan DPR bersikap tegas dan responsif terhadap FCTC tersebut dengan cara menyiapkan kerangka kebijakan menuju aksesi. Kalangan NGO juga mendesak DPR RI untuk segera membahas draft RUU Pengendalian Dampak Produk Tembakau bagi Kesehatan yang saat ini mengantongi 226 tanda tangan anggota DPR atau mencapai 40,7% dari total jumlah anggota DPR.

"Sekecil apapun, resiko itu sudah pasti ada, bahwa seorang perokok pasif dapat mengidap kanker paru-paru".

Merokok terbukti dapat merusak sperma- dan mewariskan kerusakan genetik itu dari seorang bapak ke anak lelakinya, demikian laporan penelitian di Kanada.

Sebuah penelitian pada tikus menunjukkan bahwa rokok menyebabkan perubahan DNA (gen cetak biru tubuh) pada sel sperma, catat jurnal penelitian kanker pekan ini, seperti dikutip Reuters. Mutasi seperti itu, diketahui bersifat permanen.

"Jika diwariskan, mutasi ini menampilkan perubahan yang tidak dapat dikembalikan sperti semula dari komposisi genetik," kata Carole Yauk dari Divisi Penanganan Racun dan Kesehatan Lingkungan Kanada, yang memimpin penelitian.

"Kami telah mengetahui bahwa ibu yang merokok dapat mencederai janinnya, dan di sini kami menunjukkan fakta bahwa seorang ayah dapat secara potensial merusak calon penerusnya, bahkan sebelum bertemu pasangannya."

Yauk dan rekan-rekannya mempelajari sel yang memproduksi sperma di tikus yang dipapar dengan asap rokok selama enam atau 12 pekan.

Seluruh mamalia terus melanjutkan untuk memproduksi sperma. Mereka menemukan bahwa terjadi mutasi sebanyak 1,7 kali pada sel DNA tikus yang terpapar asap rokok dibandingkan pada tikus yang tidak terpapar asap rokok setelah 12 pekan, dan 1,4 kali mutasi setelah enam pekan.

"Kesimpulan ini menunjukkan bahwa kerusakan tergantung pada lamanya durasi terpapar asap rokok, jadi makin lama anda merokok maka akumulasi mutasi akan makin besar dan makin besar potensi dampaknya pada sel sperma," kata Yauk.

Studi yang dilakukan di Eropa, Asia dan Amerika tersebut juga menemukan ada hubungan antara lama waktunya seseorang menghirup asap rokok orang lain dengan kemungkinan orang itu sampai jatuh sakit. "Jika seseorang selalu berada di sekitar perokok sampai lebih dari 10 tahun, kemungkinan terkena kanker menjadi lebih besar," ujar Dr. Paolo Boffeta dari International Agency for Research on Cancer (IARC), sebuah agen penelitian cabang WHO.

Menyusul pernyataan itu, sebuah pembuktian yang lebih tajam dilakukan di Eropa. Sejumlah 1542 orang non perokok yang bergaul secara intensif dengan perokok selama minimal 7 tahun diteropong kesehatannya secara sukarela oleh para peneliti. Dan ternyata hasilnya sangat mengejutkan. Dari jumlah itu, 650 orang diantaranya positif mengidap kanker paru-paru padahal mereka sama sekali tidak pernah merokok!

Nah, siapapun Anda, hasil studi di atas dapat menjadi pelajaran berharga dalam mengambil sikap.

Nah jadi apakah pilihan anda? Menjadi perokok atau tidak, jika anda telah terlanjur merokok, berikut ini adalah untuk berhenti merokok :

  1. Tetapkan waktu akan berhenti merokok.
  2. Buang semua rokok dan asbak dari rumah, tempat kerja dan kendaraan.
  3. Jangan biarkan orang merokok di rumah Anda.
  4. Tinjau kembali usaha untuk berhenti di waktu lalu. Pikirkan tentang apa yang bermanfaat dan apa yang tidak.
  5. Sekali Anda berhenti, jangan merokok lagi.
  6. Dapatkan dukungan dan semangat. Keluarga, teman, rekan kerja, ahli kesehatan professional, dukungan kelompok dan konselor dapat menolong.
  7. Ketika dorongan untuk merokok datang, alihkan pandangan Anda. Pergi berjalan-jalan atau bicara dengan orang lain.
  8. Lakukan sesuatu untuk mengurangi stress.
  9. Rencanakan untuk melakukan sesuatu yang bisa Anda nikmati setiap hari.
  10. Minum banyak air putih atau makanan kecil lainnya.
  11. Ketahuilah bahwa pengobatan medis juga dapat menolong Anda berhenti merokok dan memutuskan dorongan untuk merokok.
  12. Bersiaplah untuk situasi yang sulit. Itu mungkin termasuk meminum alkohol, berada di sekeliling perokok, mengalami perasaan yang jelek atau depresi dan terjadinya kenaikan berat badan.
  13. Bicaralah pada ahli medis jika Anda berjalan dalam masalah secara fisik.
  14. Ketahuilah bahwa Anda mungkin membutuhkan beberapa usaha untuk menghentikan merokok, namun semua usaha itu adalah layak bagi kesehatan Anda.


Baca Lanjutannya......

Global Warming

Pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi.

Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik (seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit, dsb). Sedangkan dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi : (a) gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai, (b) gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara (c) gangguan terhadap permukiman penduduk, (d) pengurangan produktivitas lahan pertanian, (e) peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit, dsb). Dalam makalah ini, fokus diberikan pada antisipasi terhadap dua dampak pemanasan global, yakni : kenaikan muka air laut (sea level rise) dan banjir.

Dampak Kenaikan Permukaan Air Laut dan Banjir terhadap Kondisi Lingkungan Bio-geofisik dan Sosial-Ekonomi Masyarakat.

Kenaikan muka air laut secara umum akan mengakibatkan dampak sebagai berikut : (a) meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir, (b) perubahan arus laut dan meluasnya kerusakan mangrove, (c) meluasnya intrusi air laut, (d) ancaman terhadap kegiatan sosial-ekonomi masyarakat pesisir, dan (e) berkurangnya luas daratan atau hilangnya pulau-pulau kecil.

Meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir disebabkan oleh terjadinya pola hujan yang acak dan musim hujan yang pendek sementara curah hujan sangat tinggi (kejadian ekstrim). Kemungkinan lainnya adalah akibat terjadinya efek backwater dari wilayah pesisir ke darat. Frekuensi dan intensitas banjir diprediksikan terjadi 9 kali lebih besar pada dekade mendatang dimana 80% peningkatan banjir tersebut terjadi di Asia Selatan dan Tenggara (termasuk Indonesia) dengan luas genangan banjir mencapai 2 juta mil persegi. Peningkatan volume air pada kawasan pesisir akan memberikan efek akumulatif apabila kenaikan muka air laut serta peningkatan frekuensi dan intensitas hujan terjadi dalam kurun waktu yang bersamaan.

DAMPAK ROKOK BAGI KESEHATAN

Salah satu yang dituding mendorong pemanasan global adalah ketergantungan umat manusia terhadap minyak.

Namun di sisi lain banyak yang melihat melelehnya es di kawasan kutub sebagai kesempatan bagus untuk melakukan eksplorasi minyak.

Soalnya, diperkirakan sekitar sisa 25% cadangan minyak dunia diperkirakan ada di dasar Laut Artik. Dan perusahaan-perusahaan minyak sudah tak sabar untuk melakukan eksplorasi. Selain itu melelehnya gunng-gunung es juga dianggap membuka jalur perkapalan baru, yang diyakini akan memperbaiki perekonomian kawasan. Dr. David Vaughan dari Badan Penelitian Antartika Inggris mengakui godaan keuntungan ekonomi terlalu kuat untuk diabaikan."Salah satu yang sangat menggoda adalah jalur pelayaran laut Utara karena akan langsung membawa kapal dari Eropa ke Jepang. Kalau itu terjadi maka akan menghemat uang dan waktu," katanya. Selama ini kapal-kapal dari Eropa yang menuju sebagian kawasan Asia harus memutar lewat Terusan Suez. "Jadi memang ada keuntungan, tetapi juga konsekuensi negatif jelas tidak kalah besarnya dari pemanasan global ini."

Apa yang terjadi 40 tahun lagi

Memang persoalan Artik pada akhirnya bukan persoalan keilmuan saja, melainkan juga persoalan kepentingan ekonomi dan teritorial dari beberapa negara seperti Kanada, Rusia, Amerika Serikat, dan Norwegia. Bagaimanapun dari bukti ilmiah, jelas bahwa Kutub Utara dan Seladan berada dibawah ancaman perubahan iklim yang hebat. Dan kedua daerah ini sangat vital dalam menjaga agar planet tetap dingin karena es di kutub menjadi perisai bumi dalam menangkis 90% sinar matahari yang menimpa bumi, dan mengembalikannya ke angkasa luar. Tetapi kalau es di kutub mencair maka 90% panas sinar matahari akan diserap lautan dan semakin meningkatkan pemanasan global. Dengan tidak menghentikan tingkat emisi C02 saat ini, diperkirakan es abadi di kutub akan musnah dalam waktu tidak lama lagi. Jika mengikuti model yang sudah dirancang para ilmuwan, maka es abadi akan meleleh sepenuhnya dalam waktu 40 tahun.Apakah manusia harus menunggu 40 tahun lagi sebelum menyadari dampaknya bagi kehidupan di bumi?

Baca Lanjutannya......
 

Everything i do......!!!! © 2008. Template Design By: SkinCorner